Wednesday, February 16, 2011

"Berkunjung ke negeri Kerinci angin"

     Bukan negeri milik Marco Van Basten atau Robin Van Persie atau Charly Van Houtten (ST 12), ya.. iyalah Charly Pan Houtten (V) kan orang sumedang.. Bukan negeri Belanda nan jauh disana yang pernah menjajah indonesia tercinta selama 3,5 abad karna ini bukan negeri kincir angin , tapi Kabupaten Kerinci di tepatnya di ujung barat Provinsi Jambi. Tempat yang indah tapi "terisolir" dari pusat kota besar seperti jambi dan padang, bukan terisolir dalam arti sebenarnya tapi karna akses yang buruk sehingga menyebabkan orang "malas" untuk berkunjung kesana, padahal disana ada Gunung tertinggi di Sumatra dan Gunung Api aktif tertinggi di indonesia, Danau Kerinci yang tak kalah indah dari danau lido (bogor), ada pula pemandian air panas disekitaran perkebunan teh Kayu Aro yang dingin dan sejuk.
 
     Perjalanan saya kali ini merupakan terusan posting sebelumnya (baca ya sebelumya!!), dengan kondisi tidak tidur semaleman kami bersiap berangkat pagi itu jam 5 subuh, bergegas menuju hotel untuk menjemput bos besar,  seperti yang saya takutkan sebelumnya  ketika hendak berangkat bos besar menyuruh saya untuk menumpang dimobilnya (cerita sebelumnya : saya takut banyak ditanya bos besar karna takut banyak jawab kurang tahu),  kami pun meluncur ke arah kerinci yang jaraknya sekitar 178 Km dan ditempuh dengan waktu 5 jam (kondisi jalan rata lubangnya) dari Kantor Seksi saya. Untuk menghindari bos besar banyak bertanya tentang kondisi kawasan saya memutuskan untuk langsung tidur ketika mulai berangkat (sebenrnya memang ngantuk parah waktu itu). Seusai bangun tidur kira2 jam 8.30 tepat disuatu tempat bos besar bertanya "Nda (gw),, ini udah masuk kawasan TNKS (Taman Nasional Kerinci Seblat) belum?" dengan wajah yang pura-pura masih mengantuk saya menjawab "hhmmmm,, belum pak", sesampainya dirumah makan ada pegawai lain yang menjelaskan bahwa sepanjang jalan tadi sebelah kirinya sudah merupakan kawasan TNKS,, waddduuuuuhh mati saya.hahaha untung bos besar hanya tersenyum sambil berkata "kata nanda td belum masuk kawasan ini?!" dengan cepat saya memotong "oh saya pikir tadi bapak bertanya soal perbatasan kabupaten, kalau perbatasan kabupaten memang blm lewat pak" hahahaha,, untung saya Cris Jhon (jago nge-les).
      Akhirnya kami melewati Danau Kerinci, sayang seribu sayang,, bos besar sedang tidur pulas jadi kami tidak mampir. Sampailah kami di Kota Sungai Penuh Kabupaten Kerinci, melintasi hamparan sawah dengan hawa dingin pegunungan sungguh menyejukan perasaan,, langsung inget kampung.hikshiks.. kami langsung menuju Kantor Taman Nasional Kerinci Seblat dan bertemulah para pejabat itu sedangkan kami hanya berdiri sebagai tim ayo-ayo dibelakang mereka,, pada saat makan barulah kami banyak berbicara,, hahaha
      Hari itu juga kami meluncur kembali pulang sekitar jam 4 sore,, sedikit bujuk rayu saya keluarkan agar bos besar mau mampir di Danau Kerinci karna sebelumnya kawan kerja saya gagal membujuk bos untuk mampir ke pemandian air panas di perkebunan teh Kayu Aro.  "Pak ngopi dipinggir danau enak lho pak,, ada tempat nongkrong yang enak juga disana" ucap saya dengan nada sedikit sok tahu, "ayo,, boleh-boleh" bapakpun menjawab. Setelah sedikit salah jalan untuk mencapai tempat kopi yang beberapa bulan lalu saya pernah datangi, akhirnya kami sampai juga. dan anda tahu?? tempat itu sedang direnovasi.hahahaha.. saya sedikit pucat, untung tidak jauh ada tmpat warung kopi dan kami pun berhenti untuk ngopi dan foto-foto dipinggir danau.. Setelah puas foto-foto dan minum kopi Cap Nur (kopi khas Kerinci) yang nama panjangnya entah Nurlela atau Nurdin Halid, kami meluncur menuju Bangko. Sampai dibangko sekitar jam 11 malam kami bukannya langsung istirahat tapi malah asyik internetan dan bersiap nonton bola.. 
      Sedikit cerita dari negeri Kerinci angin saya suguhkan untuk anda, semoga anda terinspirasi untuk berkunjung ke tempat kami Provinsi Jambi "Sepucuk Jambi, Sembilan Lurah".

Lho kok foto terakhir ini ada kuda sama saya, coba tebak yang mana kuda yang mana saya?? nanti dikisah berikutnya akan saya ceritakan soal ini, otak saya sedang malas lembur sekarang..


"Salam ibu jari salam para menteri.." 

5 comments:

  1. whahaha... asik gillle ndan perjalanannya. Untung ada warung sebelah ndan, kalo ngak ente bs disuru bantuin ngrenovasi tug warung kopi dan. ahaha...
    Jelas2 itu kuda yg pakai kacamata ndan.. kalo ada yg bilang lain matanya rabum.. ahahahahaha..

    ReplyDelete
  2. dan saya akan segera kesana, bersama anda :)

    ReplyDelete
  3. bangko negeri apa nda? masak lo numpang tidur di sini?

    ReplyDelete