Saturday, February 26, 2011

Trilogi "Mengejar Bogor" Episode #2

       "Merak-Jakarta lancar" itu tulisan pertama yang saya baca ketika keluar dari pelabuhan tertua sejak jaman Majapahit itu. Bahagia tak tahan ingin segera menginjakan kaki di bogor sang kota angkot, melucur menuju bogor saat sampai di cawang entah hipnotis rommy rafael entah Maman Sukarman si tukang cilok di SD V yang juga bisa sulap membuat saya tak sadar (tidur) sehingga kawan-kawan yang kurang tahu jalan melaju kencang ke arah bekasi bukan arah jagorawi.haha ketika saya sadar, sebelah kanan kenapa ada Bekasi Square? Setengahsadar saya langsung bilang "Kita salah arah!!", akhirnya kami keluar di tol Karawang barat untuk putar balik, mungkin gerbang itu seolah2 minta didatangi secara tidak langsung.haha
       Sampai dibogor jam 1 siang, langsung kerumah bos besar di Bukit Asri Ciomas, setelah makan2 dan cengengesan akhirnya saya minta izin pulang "Pak,, saya izin pulang dulu y", bos "yaudh sana, kamu mau ngempeng dulu sama ibumu?"hahaha,, disambut tawa dari kami semua, saya berangkat menuju rumah yang jaraknya paling 30 menit dari rumah bos.
       Sampai dirumah ternyata ibu bapak saya tidak dirumah, ibu sedang terapi renang tak jauh dari rumah (ibu saya punya penyakit otot kejepit, mirip asam urat ;red), saya sms ibu saya seolah saya sedang di jambi "bunda lagi apa?" , ibu saya "lagi terapi renang dianter sama novan (ade saya), aa lagi apa?", saya "lagi nonton tv aja bun". Tiba-tiba saya duduk disebelah ade saya yang sedang ngopi tak jauh dari ibu saya yang sedang makan., Ade saya pun terkaget hampir teriak, tapi saya menutup mulut saya dengan jari saya seraya menyuruhnya diam "ssssssttttt,,," dia pun diam, sakti juga jari saya bisa bikin orang diam dalam sekejap.haha
        Saya duduk sambil minum kopi milik ade saya dan membakar sebatang mesin pembunuh massal, ibu tetap asyik makan sehingga tak sadar anaknya yang ganteng ini duduk satu deret dengannya, dasar bu gendut,,hehehe. sekian menit saya diam dan akhirnya ibu menoleh ke arah saya, dengan sedikit bingung serta memicihkan mata ibu memandang saya, kemudian teriak histeris diiringi peluk cium dan tetesan air mata tak percaya anaknya pulang dari negeri rantau, bahagia hati rasanya siang itu. Kami berbincang sambil berpelukan mirip telletubies dipinggir kolam ditengah hari bolong yang panas,
        Tak lama saya pergi untuk bertemu bapak saya yang sedang latihan musik bersama beberapa kerabat tak jauh dari rumah, reaksi yang sama muncul ketika saya mainkan sebuah lagu di keyboard yamaha kesayangan bapak saya, karena bapak saya sedang ke kamar mandi waktu itu, sekejap bapak memeluk dan mencium saya, mata nya berkaca dan suara nya bergetar serasa akan menangis, saya sedih sekaligus bahagia melihat ini. Mereka begitu sayang pada saya dari lahir sampai detik ini saya sudah bangkotan tapi kasih sayang mereka tak berkurang sedikitpun,,

Kata bapak Tebe ; "sayangilah orang tua kita selagi mereka masih ada, baktikan diri dan berusaha membuat mereka bangga dan bahagia, jika belum mampu membuat mereka bahagia dan bangga minimal jangan pernah kecewakan dan sakiti mereka, karna itu sudah lebih dari cukup untuk mereka"

Bersambung,,,,


Wassallam,


Ronanda Luiz Nasario Da Lima Utama

5 comments:

  1. pertanyaannya...
    Kpn balik ke negeri rantau lagi..?

    ReplyDelete
  2. @sekilas tentang saya,, tunggu di episode #3 lg males nulis..
    @S.H.A.N.T.I siap, dan akan ada anda dicerita selanjutnya, bersama eri kariyah yang minta request beserta fotonya, persis seperti saya minta ke anda tempo dulu.hahah

    ReplyDelete
  3. aaaaiiihhh nyasar ke bekasi yeuh!!!!!mengingat ms lalu yg tlah pudar teerkikis olh kegantengan pria yg lbh dr anda....hahahahha....tp gs sedih bacanyah..gw bannga ma lu nda..love yu

    ReplyDelete
  4. hahaha,,, sial. tapi terima kasih atas rasa bangganya.

    ReplyDelete